Senin, 23 April 2012

MEDIA BERITA MUSLIM NEGARAWAN


MEDIA BERITA MUSLIM NEGARAWAN

Sabtu 21 April 2012




TEMA
HEADLINE
MEDIA
HAL
PLN
Listrik Kalselteng Nyaris Padam Total
Kalimantan Post
1

"Pembangkit Unit I dan II Mengalami Gangguan
Barito Post
1

PLN Tak Mengubah Keadaan
Barito Post
1

PLTU Unit I dan II " Sakit"
Radar Banjarmasin
9

Muhiddin Minta Swastanisasi PLTU
Banjarmasin Post
1

Minim Cadangan
Banjarmasin Post
1




Legislatif
23 Anggota Dewan "Bolos" Rapat Paripurna
Kalimantan Post
1

23 Anggota Dewan Tak Hadir Paripurna
Barito Post
1

Dua Ketua Komisi Menggerutu
Radar Banjarmasin
14

23 Anggota Dewan Bolos Rapat
Radar Banjarmasin
14




Ormas
Hasnur Bertekad Besarkan Pertamina
Kalimantan Post
1

Hasnur Pimpin PP Kalsel
Radar Banjarmasin
9


Kalimantan Post
1
Infrastruktur
Sentra Antasari Perlu Penanganan Serius
Kalimantan Post
13

Pembebasan Lahan Bandara Tak beres
Radar Banjarmasin
9

"Aspirasi Disampaikan"
Banjarmasin Post
4




Raperda
Raperda BLUD Rumah Sakit Dinilai Tak terlambat
Barito Post
8




Pemerintahan
Walikota : Perombakan Pejabat Hasil Kerja Baperjakat
Kalimantan Post
13




Sosial
Kepentingan Penyandang Cacat Banyak Terabaikan
Kalimantan Post
14

Kepentingan Penyandang Cacat Banyak Terabaikan
Kepentingan penyandang cacat banyak terabaikan tidak hanya pemerintah tapi juga oleh pihak swasta. Padahal mereka adalah manusia dan punya hak yang sama dalam hal mendapatkan fasilitas .’’ kata anggota komisi IV DPRD Banjarmasian Mursyi S.Pd. Mursyi Menilai permasalahan utama yang kini banyak dirasakan penyandang cacat adalah keterbatasan akses terhadap pelayanan umum seperti tidak jarang dalam hal menempuh pendidikan, transportasi ataupun dalam mendapatkan pekerjaan.
Muhiddin Minta Swastanisasi  PLM
Hanya sehari setelah peresmian pembangkit asam asam unit III, Pemadaman Hebat terjadi Dikalsel, pemadaman berjam Jam hampir terjadi dihampir seluruh wilayah banua.Reaksi keras diperlihatkan oleh walikota Banjarmasin , H Muhiddin  dia menyarankan jika PLN tidak Mampu secara maksimal melayani kebutuhan listrik masyarkat kalsel sebiknya diserahkan kepada investor  atau dilakukan swastanisasi.’’kalau tidak mampu buka lebar lebar untuk investor tegasnya
Dua Ketua Komisi Menggerutu
Dua ketua komisi DPRD Kalsel, komisi I dan II merasa pembahasan laporan pertanggung jawababn (LKPj) Tahun anggaran 2011 hanya sekedar Formalitas tanpa ada tindak lanjut yang jelas. Apalagi pembahsan LKPJ terkesan hanya tugas rutin dewan untuk menilai dan mengevaluasi kegiatan pembangunan pada tahun lalu, kemudian memberikan rekomendasi yang diberikan dewan, tak pernah dievaluasi pelaksanaannya. Jadi ini hanya sekedar pormalitas saja harusnya ada pengawasan juga lah” ungkap ketua komisi I DPRD Kalsel Ahmad Bisung. Sementara ketua komisi II ikhsanuddin menilai kalsel bisa  mencontoh jawa barat karena disana komisi pengawasan diserahkan langsung kepada komisi terkait.’’ Kalau di Jawa Barat, setelah pansus menyelesaikan tugas dan dibubarkan, komisi diberi wewenang untuk mengawasi pelaksanaan rekomnedasi tersebut,’’ujar Ikhssanuddin. Kondisi ini memungkinkan dewan mengawasi penerapan rekomnedasi yang disampaikan pada LKPJ sehingga rekomendasi tidak sia sia atau diabaikan eksekutif. Ia menambahkan acuan pembahasan LKPJ sama , yakni PP No.3 tahun 2007, namun mekanismenya berbeda. “ kerena pansus memanggil instansi diluar SKPD untuk memberikan masukan , seperti Badan Pusat Statistik (BPS).’’Tuturnya.
23 Anggota Dewan Bolos Rapat.
Sebanyak 23 anggota DPRD Kalsel dari total 55 tidak hadir dalam rapat paripurna kemaren pagi. Tak jelas apa alasan anggota dewan ini meninggalkan paripurna, kursi banyak kosong  namun Rapat paripurna tetap dilaksanakan.Rapat paripurna sendiri membahas tentang pendapt kepala daerah atas penjelasan Komisi pengusul terhadap dua reperda inisiatif dari DPRD kalsel, yaitu raperda pengaturan pohon diatas jaringan listrik dan raperda tentang badan umum layanan daerah (BLUD).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar